0896-8354-4427

MENGENAL KOMPONEN KOMPUTER MAUPUN LAPTOP

Sunday, May 4th 2014. | Uncategorized

MENGENAL KOMPONEN KOMPUTER ATAU PUN LAPTOP

wq

Agar bisa memilih komputer yang tepat, sebaiknya Anda mengenali
bagian-bagian tubuh komputer. Spesifikasi komponen-komponen ini
menentukan apa dan bagaimana si komputer.

Biarpun duit Anda berlebih, jangan terburu-buru datang ke toko. Apalagi
duitnya cekak. Sebab, memilih komputer tidak segampang memilih televisi
atau VCD player. Persiapan penting sebelum membeli komputer adalah
mengenal komponen-komponen komputer dan spesifikasinya. Nah, sekadar
bekal awal belanja komputer, berikut ini gambaran sederhana mengenai
komponen-komponen PC dan spesifikasinya.

Central processing unit (CPU)
Ibarat orang, CPU adalah otak. Sering disebut sebagai microprocessor
atau prosesor saja, komponen ini menjalankan fungsi pemrosesan data dan
logika serta memerintah komponen lain untuk menjalankan fungsi
masing-masing.

Dari beberapa merek prosesor, yang paling populer adalah Pentium buatan
Intel Corporation. Selain itu, ada juga CPU buatan AMD, IBM, dan
Motorola. Semakin muda generasi prosesor biasanya semakin cerdas.
Contohnya, setelah Pentium IV keluar, Pentium I menjadi tampak idiot.
AMD seri K7 pasti lebih jenius ketimbang seri K6.

Kian cerdas prosesor, harganya kian mahal. Untuk menekan harga, pabrik
CPU menyunat kecerdasan mereka. Contohnya, Intel mengeluarkan seri
Celeron, yang lebih bego ketimbang Pentium. AMD juga mengeluarkan seri
Duron dan Athlon, lebih murah dan lebih telmi ketimbang AMD Thunderbird
(seri K7).

Kecepatan berpikir CPU ditunjukkan dari angka frekuensi atau clock
masing-masing prosesor. Contohnya, Pentium III 800 Mhz lebih tanggap
ketimbang Pentium III 700 Mhz. Begitu pun AMD Duron 1 Ghz, jauh melesat
dalam berpikir ketimbang AMD Duron 650 Mhz.

Yang sulit diukur adalah daya tahan. Kalau prosesor stres, biasanya
komputer menjadi ngadat (hang). Banyak orang bilang, prosesor AMD lawas
(seri K6 ke bawah) lebih gampang stres ketimbang prosesor Intel. Namun,
daya tahan AMD seri K7 (Duron dan Thunderbird) konon berani bersaing
dengan Intel. Yang masih gampang stres adalah prosesor buatan IBM dengan
seri Cyrix-nya. Karena itu, prosesor IBM relatif lebih murah ketimbang
yang lain.

Motherboard dan chips set
Papan induk alias motherboard ini sering pula disebut sebagai papan
utama (mainboard). Di sinilah segala macam komponen komputer bercokol,
termasuk prosesor. Asyiknya, berbeda dengan rangkaian barang elektronika
jenis lain, komponen-komponen yang dipasang pada motherboard gampang
dibongkar pasang. Beberapa merek motherboard yang terkenal adalah A
Open, Abit, Asus, dan Soyo.

Mutu sebuah motherboard bisa dilihat dari kemampuannya mengakomodasi
berbagai macam komponen. Misalnya, seberapa cocok dia dengan berbagai
macam prosesor. Ada mainboard yang cuma cocok di-tancepin Pentium II,
tapi ada pula mainboard yang cocok dipasangi Pentium II kecepatan rendah
hingga Pentium III kecepatan tinggi. Jadi, kalau pemiliknya ingin
menambah kemampuan dengan mengganti prosesor, dia tidak perlu mengganti
motherboard. Selain itu, semakin bagus motherboard, semakin banyak dia
menyediakan berbagai macam slot (colokan) dan port (pangkalan) untuk
penambahan komponen baru.

Kualitas motherboard sebenarnya berkait erat dengan rangkaian cip (chips
set) yang menjadi “jantung” sebuah motherboard. Soalnya, chips set
inilah yang menjadi pengendali (controller) berbagai macam komponen
untuk bisa berhubungan dengan CPU. Karena itu, kualitas chips set diukur
dari bagaimana serta berapa banyak jenis dan jumlah komponen lain yang
bisa dikendalikannya. Biasanya, semakin baru tipe chips set, semakin
canggih pula.

Chips set produk Intel dikenal luas memiliki kemampuan baik. Tapi,
beberapa merek lain, seperti VIA, SIS, UMC, dan ALI, juga diakui
keandalannya. Yang perlu diingat, berbeda dengan komponen lainnya, chips
set ini tidak bisa diganti dengan chips set baru yang lebih canggih.
Jadi, memilih motherboard–sekaligus chips set–benar-benar langkah
paling penting, karena inilah yang menentukan komputer Anda bisa
ditingkatkan kemampuannya (upgrade) atau tidak.

Memori
Makin besar kapasitas memori yang tersedia akan makin baik. Sebab,
sebagian besar program komputer saat ini tidak bisa dijalankan tanpa
memori yang cukup. Fungsi memori adalah menjadi semacam tempat transit
data yang hendak diproses di CPU. Jadi, berbagai macam program, baik
sistem operasi (Windows, DOS, dan sebagainya) maupun aplikasi (MS Word,
Netscape, dan lain-lain) yang disimpan dalam penyimpan data diinapkan
dulu sementara dalam memori sebelum diproses. Tujuannya agar CPU lebih
gampang menjemputnya.

Ada beberapa macam memori dalam sebuah komputer. Misalnya, read only
memory (ROM) untuk menyimpan program mini ketika komputer dinyalakan.
Tapi, kalau membicarakan memori, biasanya yang dimaksud adalah random
access memory (RAM) yang merupakan memori utama. Kebanyakan komputer
dewasa ini menggunakan syncrhonous dynamic RAM (SDRAM).

SDRAM ini memiliki kecepatan diakses lebih tinggi daripada tipe yang
lebih lama, seperti EDO atau FPM RAM. Semakin besar kapasitas RAM,
komputer semakin oke, karena bisa menjalankan program-program besar
dengan lebih lancar. Gampangnya, komputer dengan memori SDRAM 128 Mb
lebih ciamik ketimbang SDRAM dengan kapasitas cuma 32 Mb. Jangan
khawatir, penambahan kapasitas RAM bisa dilakukan sewaktu-waktu asalkan
motherboard-nya menyediakan tempat (slot) yang memadai. Oh, ya, Pentium
IV hanya cocok dipadukan dengan memori jenis baru: Rambus.

Selain memori utama, ada juga memori yang biasa disebut cache. Cache
merupakan tempat penyimpanan data sementara dari RAM sebelum masuk CPU
atau sebaliknya. Ada dua macam cache, yakni cache internal (L1) yang
menyatu dengan CPU dan cache eksternal (L2) yang terletak di
motherboard. Prosesor-prosesor terbaru sekaligus memuat dua cache itu.
Kapasitas cache yang kecil jelas membuat kinerja komputer rendah, tapi
kapasitas cache yang terlalu besar juga tidak banyak meningkatkan
performa komputer Anda. Cache sebesar 512 Kb, kata orang, sudah cukup.

Bus
Ini bukan PPD atau Damri, lo. Bus adalah istilah untuk saluran
penghubung berbagai komponen dalam komputer. Semakin besar bus semakin
baik, karena lalu lintas data akan semakin cepat. Ada dua macam bus,
yaitu system bus yang menghubungkan CPU dengan RAM dan I/O bus yang
menghubungkan CPU dengan komponen input (keyboard, mouse, joystick) dan
komponen output (monitor, printer).

System bus didesain berdasarkan CPU yang hendak digunakan. Prosesor yang
makin canggih harus diimbangi dengan system bus yang lebih cepat.
Kecepatan system bus ini juga dipengaruhi jenis RAM-nya. Saat ini
komputer dengan CPU Pentium III atau AMD K7 memiliki system bus hingga
133 MHz, yang jelas lebih sip ketimbang komputer lain dengan kecepatan
bus 100 MHz atau 66 MHz.

Adapun I/O bus sendiri tediri dari berberapa macam tipe. Yang paling
banyak dipakai sekarang adalah PCI bus karena lebih cepat. Ada juga
motherboard yang menggunakan tipe lain, seperti ISA bus atau EISA bus,
tapi selalu dikombinasikan dengan PCI bus. Yang paling gres adalah USB
bus. Ini sebuah I/O bus jenis baru, tapi relatif belum banyak
dimanfaatkan. I/O bus ini tercermin dari jenis slot-slot yang tersedia
di motherboard.

Hard disk dan floppy disk
Ada bermacam-macam media penyimpan data dalam komputer. Yang paling
banyak digunakan adalah hard disk dan floppy disk. Hard disk adalah
media penyimpan data yang dipasang secara “permanen” dalam kotak
kabinet. Adapun floppy disk lebih fleksibel karena bisa dibawa ke
mana-mana. Namun, hard disk memiliki kapasitas lebih besar ketimbang
floppy.

Sebenarnya, ada beberapa ukuran untuk menilai kualitas hard disk. Untuk
mudahnya, ada dua patokan yang bisa digunakan. Semakin besar
kapasitasnya, semakin baik. Contohnya, hard disk berkapasitas 20 Gb
jelas lebih baik ketimbang hanya 4,3 Gb. Selain itu, kinerja hard
disk–yang berupa piringan–juga diukur dari kemampuan kecepatannya
berputar. Nah, hard disk dengan kecepatan berputar 10.000 putaran per
menit (RPM) jelas lebih baik ketimbang cuma 7.200 RPM.

Dalam memilih hard disk, seorang pembeli harus melihat dulu tipe
penghubung yang disediakan motherboard. Ada beberapa tipe penghubung
hard disk dan motherboard. Yakni, SCSI, IDE (ATA), dan EIDE. Kebanyakan
hard disk baru menggunakan tipe penghubung IDE atau EIDE. Hard disk
dengan model penghubung SCSI tentu tidak bisa dipasang pada motherboard
yang hanya menyediakan penghubung IDE, atau sebaliknya.

Floppy drive & CD ROM drive
Pada PC modern biasanya ada dua macam drive, yakni floppy drive dan CD
ROM drive. Sesuai dengan namanya, kedua perangkat itu dipakai untuk
membaca dan menulis pada jenis media penyimpan yang bersangkutan. Soal
kemampuan, ada floppy drive yang cuma bisa membaca disket dengan
kapasitas 360 atau 720 Kb, tapi ada pula yang bisa membaca sampai 1,44
Mb. Begitu pun CD ROM drive, ada yang hanya bisa membaca, ada pula yang
sekaligus bisa menulis (seperti floppy drive).

Untuk memilihnya tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selain
itu, kecepatan membaca CD ROM juga perlu menjadi pertimbangan utama.
Kecepatan itu biasanya diukur dengan satuan kali (X). CD ROM drive 1 X
berarti bisa menstransfer data dengan kecepatan 150 Kb per detik. Jadi,
CD ROM berkecepatan 52 X bisa mentransfer data dengan kecepatan 7,8 MB
per detik. Semakin cepat CD ROM menstransfer data semakin bagus. Oh, ya,
seperti halnya dengan hard disk, Anda juga harus memeriksa model
penghubung antara CD ROM drive dengan motherboard. Jenisnya persis
seperti pada hard disk.

Monitor dan video card
Paling tidak ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas tampilan dalam
monitor, yakni monitornya sendiri dan video card. Jenis-jenis monitor
bisa dibedakan dari beberapa patokan. Seperti halnya layar televisi,
layar monitor komputer diukur pada panjang diagonalnya. Lazimnya monitor
yang ada di pasaran memiliki ukuran 12 sampai 21 inci.

Selain ukuran layar, monitor juga dibedakan dari tingkat resolusinya,
yang diukur dari kandungan pixel. Semakin banyak kandungan pixel,
semakin detail gambar yang tampil di layar. Contohnya, monitor dengan
resolusi 1.024 X 768 (786.432 pixel) lebih baik ketimbang resolusi 600 X
800 (480.000 pixel).

Monitor yang bagus juga memiliki tingkat berkedip (refresh rate) yang
tinggi. Semakin tinggi refresh rate, tampilan gambar juga akan tampak
makin stabil. Contohnya, monitor dengan refresh rate 75 Hz lebih baik
ketimbang yang 50 Hz. Selain itu, banyaknya warna yang bisa ditampilkan
juga menjadi patokan kualitas monitor.

Kualitas tampilan monitor sangat dipengaruhi video card alias graphic
card. Video card adalah rangkaian terpisah dari motherboard yang
mengatur berbagai fungsi monitor termasuk memori yang digunakan untuk
menampilkan gambar di layar. Setiap video card memiliki memori (RAM)
sendiri untuk memperlancar penyampaian data dari I/O bus ke monitor,
tergantung dari tipe RAM-nya. Semakin besar kapasitas RAM pada video
card ini semakin tinggi resolusi dan semakin lengkap pula warna yang
tersedia (asal monitornya memang mendukung).

Agar tampilan gambar lebih ciamik, perhatikan I/O bus yang dipakai. Nah,
satu tipe I/O bus yang khusus didesain untuk menunjang penampilan layar
adalah accelerated graphic port (AGP), yang satuannya kali (X).
Rata-rata video card saat ini muncul dengan AGP 4X. Ini sudah cukup
memadai.

Artikel lain MENGENAL KOMPONEN KOMPUTER MAUPUN LAPTOP